Rabu, 02 Februari 2022

Menonton Drama Korea Membuat Remaja Indonesia Tidak Nasionalisme?





Pada jaman sekarang ini drama korea atau yang lebih sering disingkat drakor sedang 'buming-buming' nya di Indonesia. Drama korea merupakan serial televisi yang berasal dari Korea Selatan atau yang lebih dikenal sebagai Negeri Ginseng. 

Banyak remaja-remaja Indonesia yang menghabiskan waktu mereka dengan cara menonton drama korea dibandingkan keluar rumah, terutama untuk remaja perempuan. Namun, faktanya tidak hanya remaja perempuan saja yang menggunakan drakor sebagai sarana untuk mengisi waktu luang, bahkan remaja laki-laki, orang dewasa, dan ibu-ibu rumah tangga pun menonoton drakor.

Semakin meningkatnya drama korea di Indonesia bukan tanpa alasan, seperti yang kita ketahui pandemi covid-19 sudah melanda Indoensia sejak tahun 2019 hingga sekarang. Dilansir dari kumparan.com "Pandemi covid-19 yang tak kunjung usai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya para penonton drama korea di Indonesia."

Beberapa alasan lain mengapa remaja-remaja di Indonesia menonton drama korea adalah karena memang merupakan hobi, 'senang' melihat wajah tampan dan cantik para aktor dan aktris korea, dapat mempelajari budaya dan bahasa korea, serta hanya sebagai hiburan saja.

Tetapi remaja harus bisa mengatur waktu dalam menonton drakor, jangan sampai karena drakor, remaja jadi lupa waktu dan melupakan kehidupan realita mereka. Contohnya seperti lupa mengerjakan tugas sekolah, tidak membantu pekerjaan orang tua, menuntup diri dari dunia luar, serta remaja harus patuh terhadap ketentuan drama korea yang biasanya menggunakan batasan umur, karena biasanya terdapat konten dewasa dalam drama-drama tertentu, agar hal tersebut tidak mempengaruhi emosi remaja.

Jadi apa hubungannya Menonton drama korea dapat mengurangi rasa Nasionalisme remaja Indonesia?

Nasionalisme itu apa sih?

Nasionalisme adalah sikap atau semangat yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia dalam mencintai tanah airnya. Mencintai tanah air merupakan kewajiban kita warga Indonesia. Tetapi apakah nasioanlisme seorang remaja diukur dari Menonton atau Tidak nya dia Drama Korea?

Sebenarnya saya menulis artikel ini karena saya sebagai remaja penggemar drakor merasa terganggu akibat akhir-akhir ini banyak orang yang menghubungkan drama korea dengan rasa nasionalisme. Kata mereka, remaja yang menonton drama korea adalah remaja yang TIDAK NASIONALISME. 

"Pindah aja ke korea kalo lo nonton drama korea, negara indonesia kok nonton drama korea, gak nasionalis banget." komentar netizen.

Saya pribadi sebenarnya merasa tidak setuju dengan pendapat ini. Seberapa nasionaliskah dirinya sampai bisa berkomentar seperti itu?

Rasa nasionalisme seseorang tidak dapat diukur dari apa yang ia tonton, tetapi apa yang dia lakukan untuk negaranya. Perbuatan yang harus dilakukan untuk negara tidak harus 'muluk-muluk' seperti berperang, tetapi bisa dilakukan dari hal-hal kecil. Contohnya dalam kasus ini adalah, sebagai remaja kita harus belajar sebaik mungkin disekolah, agar bisa menjadi seseorang yang berguna dan berjasa bagi negara kita tercinta. 

Saya juga heran, banyak orang-orang yang menonton drama dari negara lain, seperti jepang, western, thailand, dan lain-lain. Tetapi yang dikatakan tidak nasionalisme hanyalah para penikmat drakor. 

Saya jadi bertanya-tanya, rasa Nasionalisme itu bagaimana sih sebenarnya? Bagaimana cara mengukur rasa Nasionalisme seseorang? Tidak boleh belajar tentang dunia luar? Harus memakai produk dalam negeri dan tidak boleh memakai produk luar negeri? Tidak boleh belajar bahasa asing dan hanya boleh berbahasa Indonesia?

Dunia semakin berkembang, dan kita perlu belajar tentang dunia luar karena memang itu akan berguna bagi kehidupan kita. Belajar tentang dunia luar bukan menunjukkan kita tidak nasionalis, tetapi menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang ingin menambah pengetahuan secara luas. Tetapi, ada batasan yang harus dilakukan. Jangan sampai karena terlalu mengagumi suatu negara lain, sampai enggan memakai barang lokal dan enggan berbahasa indonesia lagi, dan bahkan menjelek-jelekan negara sendiri. Itu yang tidak boleh.

Jadi, membuktikan rasa Nasionalisme itu jangan hanya berkoar-koar saja, tetapi perlunya tindakan nyata, yang berguna bagi bangsa dan negara. Jangan sampai rasa nasionalisme membuat kita menutup mata pada dunia luar. Jadikan dunia luar yang kita kagumi sebagai motivasi dan inspirasi bukan untuk membandingkan, agar kita bisa menjadi lebih baik lagi dan memajukan negara kita Indonesia. Semangat Remaja Indonesia!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minuman Ajaib

  Hari ini adalah hari yang begitu mendebarkan jantungku. Rasa debaran ini lebih parah dari debaran saat remaja merasakan jatuh cinta. Haha ...